Ole Gunnar Solskjaer memberikan Ultimatum

Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer memberikan ultimatum kepada semua pemain Manchester United. Ole Gunnar Solskjaer mengatakan bahwa semua anak asuhnya sudah mulai harus bangkit dari keterpurukan setelah berhasil memecahkan rekor kebuntuan dengan menang di 2 laga pertandingan terakhir. Para anak asuhnya harus bisa memanfaatkan moment tersebut dengan lebih meningkatkan diri serta cara bermain mereka agar trend kemenangan tetap berada di tangan mereka.

Dalam 2 laga terakhir ini Manchester United berhasil menang tipis di Europa League saat melawan Partizan dengan skor 0-1 di kandang Partizan, Sedangkan kemenangan kedua mereka adalah saat mereka bertandang ke kandang Norwich City dan berhasil menang telak dengan skor 1-3 kemarin. Dengan hasil positif tersebut sepertinya Manchester United sudah dapat memecahkan hasil buruk yang telah di jalani oleh mereka selama 5 pertandingan terakhir.

Manchester United dapat di katakan menjalani musim ini dengan sangat buruk, Pada laga mereka di Premier League musim ini mereka hanya bisa mendapatkan 2 kemenangan saja dari sembilan laga yang sudah di jalani oleh Setan Merah. Walaupun pada akhirnya mereka berhasil menciptakan satu lagi kemenangan di pertandingan pekan ke-10 hal tersebut belum tentu menjamin bahwa Setan Merah akan terus melanjutkan trend positif tersebut.

Namun bagi Ole Gunnar Solskjaer hasil positif tersebut harus terus di dorong dengan sikap yang positif agar para pemain dapat menangapi hal tersebut dengan lebih positif pula. Rasa percaya diri para pemain mulai meningkat dan hal tersebut dapat terlihat di ruang ganti, para anak asuhnya semakin bersemangat terhadap setiap pertandingan yang akan di jalani mereka.

Dalam sesi latihan para pemain juga terlihat lebih ceria serta lebih konsentrasi dalam menciptakan momentum yang untuk dapat menghasilkan gol. Hal itulah yang seharusnya terjadi di setiap pertandingan Manchester United. Walaupun hasil positif yang di raih oleh Manchester United telat tetapi itu lebih baik daripada team tetap mengalami penurunan diri.

Tidak lupa Ole Gunnar Solskjaer juga memuji gol terakhir yang di cetak oleh Martial dalam laga melawan Norwich City, gol tersebut di katakan merupakan salah satu gol terbaik dalam peringkat gol minggu ini dengan penyelesaian yang sangat berkelas dan itulah yang di harapkan dari para pemain Profesional.

Mourinho Sindir Klopp yang Sebut MU Tampil Bertahan

Jurgen Klopp mendapatkan sindiran dari Jose Mourinho usai pertandingan Manchester United melawan Liverpool berakhir. Pelatih asal Portugal itu menilai bahwa Klopp gagal mendapatkan apa yang ia harapkan karena para pemain United tampil sangat kompak kali ini.

Klopp memang terlihat sangat kesal setelah timnya hanya mampu bermain imbang 1-1 di Old Trafford Minggu malam WIB. Pelatih asal Jerman itu seakan mencari semua alasan atas kegagalan timnya meraup poin penuh. Alasan pertama adalah dengan menyebutkan bahwa The Reds gagal menang karena Video Assistant Referee (VAR).

Dalam pertandingan ini wasit Martin Atkinson memang beberapa kali harus mengecek VAR dalam proses terjadinya gol. Pertama adalah ketika Marcus Rashford berhasil menjebol gawang Liverpool setelah meneruskan umpan silang Daniel James. Klopp menilai bahwa sebelum gol terjadi, Victor Lindelof telah terlebih dahulu melakukan pelanggaran terhadap Divock Origi, namun setelah mengecek VAR, Atkinson nyatanya tidak melihat adanya pelanggaran dan tetap mengesahkan gol dari Rashford. Setelah itu, Atkinson sempat menganulir gol yang dicetak oleh Sadio Mane di menit ke-44 setelah penyerang asal Liverpool itu kedapatan menyentuh bola dengan tangannya sebelum membobol gawang United.

Selain masalah VAR, Klopp juga kesal karena ia menilai United tampil sangat bertahan. Klopp menilai bahwa laga semalam merupakan permainan paling defensif yang ditunjukkan oleh United sejak dirinya berkarir di Premier League tahun 2015 lalu. Melihat hal itu, Mourinho yang sempat menangani United lantas menyerang balik Klopp atas penilaiannya tersebut.

“Klopp tidak suka dengan menunya. Ia menginginkan mendapatkan daging, namun yang ia dapatkan hanya ikan. Karena itu, maka ia jelas sangat tidak bahagia,” ungkap Mourinho.

“Bersatu dengan segala keterbatasan membuat United menampilkan performa yang berbeda kali ini. Manchester United selalu tampil kompak,” tambah pelatih yang sukses memenangi tiga gelar juara bersama United tersebut.

Meski hanya mampu meraih satu angka, namun posisi Liverpool tetap aman di puncak klasemen sementara dengan koleksi 25 poin dari sembilan pertandingan. The Reds masih unggul enam angka dari Manchester City yang berada di peringkat kedua. Sementara itu, United masih terus menghuni posisi papan tengah dengan menduduki peringkat ke-13 lewat koleksi 10 poin.

Buffon Akui Alami Penurunan Performa Saat Ini

Kiper legendaris Juventus, Gianluigi Buffon mengakui bahwa dirinya sangat berambisi untuk bisa menjuarai gelar Liga Champions musim ini. Seperti diketahui, gelar itu merupakan satu-satunya gelar juara yang belum berhasil dimenangkan oleh Buffon di level klub. Meski mengakui memiliki target meraih gelar Liga Champions musim ini, namun Buffon juga tidak memungkiri bahwa dirinya kini tidak lagi berada dalam kondisi fisik 100 persen.

Sebelum musim ini, Buffon sempat berseragam Juventus selama 17 tahun yang dimulai dari tahun 2001-2018. Dalam rentang waktu tersebut, penjaga gawang asal Italia itu sukses memenangi sembilan gelar Scudetto. Meski sangat dominan di kompetisi domestik, namun tak sekalipun Buffon memenangi gelar si Kuping Besar bersama Bianconeri.

Pencapaian terbaik Buffon bersama dengan Juventus di ajang paling bergengsi di daratan Eropa itu adalah keluar sebagai runner-up sebanyak 3 kali yakni di musim 2002-2003, 2014-2015, serta 2016-2017 lalu. Melihat hal itu, Buffon lantas mencoba peruntung dengan bergabung bersama Paris Saint-Germain musim lalu. Dengan banyaknya pemain bintang di klub asal Paris itu, Buffon berharap agar bisa meraih ambisinya memenangi gelar Liga Champions.

Akan tetapi, ambisi Buffon harus kembali pupus musim lalu setelah PSG hanya mampu tampil hingga babak 16 besar sebelum disingkirkan oleh Manchester United. Usai kontraknya berakhir musim panas ini, Buffon lantas memutuskan untuk kembali lagi berseragam Juventus di musim kompetisi 2019-2020.

Skuat Juventus musim ini bisa dikatakan jauh lebih kuat dibandingkan saat Buffon memilih hengkang ke PSG di tahun 2018 lalu. Beberapa pemain terbaik di dunia kini berstatus sebagai penggawa Juventus seperti Cristiano Ronaldo, Matthijs De Ligt, hingga Aaron Ramsey.

“Saya berasal dari keluarga olahraga. Jadi dari kecil saya sudah diajarkan untuk terus meningkatkan kemampuan setiap tahun. Meski demikian, di kesempatan kedua saya bersama Juventus ini saya merasa belum memberikan 100 persen yang saya miliki. Mungkin hal itu karena saya telah kehilangan 15 persen kekuatan menjelang penghujung karir saya ini,” ungkap Buffon.

Musim ini Buffon tak lagi berstatus sebagai kiper utama karena kalah bersaing dengan Wojciech Szczesny. Sejauh ini dirinya hanya tercatat tampil dalam dua laga Serie A dan sama sekali belum mencatatkan penampilan di kompetisi Liga Champions.

Ketergantungan Akut City Kepada De Bruyne Musim Ini

Manchester City terlihat tak mampu lagi tampil dominan di ajang Premier League musim ini seperti yang mereka lakukan di musim 2017-2018 dan 2018-2019 lalu. Hal itu terlihat dari selisih poin yang memisahkan The Citizens dengan Liverpool yang berada di puncak klasemen sementara Liga Inggris usai melewati delapan pertandingan pertama. The Reds yang sukses menyapu bersih poin sempurna saat ini memiliki keunggulan delapan poin dari City di peringkat kedua dengan koleksi 16 angka sejauh ini.

City sejatinya masih dominan jika melihat gaya permainan yang mereka terapkan musim ini. Akan tetapi, gaya permainan yang diterapkan oleh anak asuhan Josep Guardiola itu terlihat memiliki ketergantungan yang sangat besar terhadap Kevin De Bruyne. Musim ini De Bruyne memang tampil apik dengan koleksi dua gol serta delapan assist di ajang Premier League saat ini.

Akan tetapi, bencana seakan datang menghampiri City saat pemain berpaspor Belgia itu tidak turun bermain. Hal itu terlihat dari dua kekalahan yang diderita City di Liga Inggris musim ini. Dua hasil minor itu datang saat De Bruyne tidak tampil sebagai starter. Kekalahan pertama City didapatkan dari Norwich City dengan skor ketat 2-3.

Saat itu, tenaga De Bruyne disimpan untuk menjalani laga Liga Champions. Ia hanya berstatus sebagai pemain cadangan dan baru dimainkan ketika pertandingan memasuki menit ke-57 untuk menggantikan posisi dari Ilkay Gundoyan. Saat De Bruyne diturunkan, City telah tertinggal 3-1 dari The Canaries saat itu.

Kehadiran De Bruyne membuat serangan City semakin berbahaya dan akhirnya mampu mencetak satu gol melalui Rodri. Akan tetapi, tambahan satu gol itu tetap tidak mampu menghindarkan City dari kekalahan.

Teranyar, City harus kembali menelan kekalahan akhir pekan lalu kala menjamu Wolverhampton Wanderers. Di luar dugaan, City harus mengakui keunggulan lawannya itu di Etihad Stadium dengan skor akhir 2-0. De Bruyne sama sekali tidak ikut bermain dalam pertandingan ini karena mengalami cedera engkel. Melihat situasi ini, maka Guardiola dituntut untuk bisa mengurangi ketergantungan timnya terhadap De Bruyne jika mereka berambisi mempertahankan gelar juara musim ini.

Jika hal itu tidak dilakukan, maka akan sangat sulit bagi City untuk merebut puncak klasemen dari Liverpool. Pasalnya, musim ini Liverpool mampu tampil begitu konsisten dan terlihat tidak banyak bergantung kepada salah satu pemain mereka saja.

Hal itu terlihat saat di awal musim mereka kehilangan Sadio Mane. Saat itu Liverpool memberikan kepercayaan kepada Divock Origi dan terbukti pemain asal Belgia itu mampu menggantikan peran dari Mane dengan sangat baik.

Ramos Masih Dambakan Pogba Gabung Madrid

Bek sekaligus kapten tim Real Madrid, Sergio Ramos terlihat masih mengharapkan kehadiran Paul Pogba ke skuat Los Blancos. Bek Spanyol itu bahkan menegaskan bahwa pintu Madrid akan selalu terbuka lebar bagi gelandang berpaspor Prancis tersebut.

Madrid memang sangat berhasrat untuk bisa merekrut Pogba di bursa transfer musim panas ini. Klub yang bermarkas di Santiago Bernabeu itu diketahui telah berupaya keras agar bisa mendaratkan mantan pemain termahal dunia itu musim panas ini.

Akan tetapi, upaya keras Madrid akhirnya tidak membuahkan hasil. Peraih gelar juara terbanyak di ajang Liga Champions itu gagal menuntaskan proses kepindahan Pogba dari Manchester United ke Madrid. Faktor utama kegagalan Madrid mendapatkan Pogba diyakini karena masalah biaya transfer yang tidak disepakati oleh kubu Setan Merah.

Meski usaha Madrid telah menemui kegagalan di bursa transfer kali ini, namun hal itu tidak bisa menghilangkan ambisi dari Ramos untuk bisa tampil bareng Pogba di Madrid. Mantan pemain Sevilla itu merasa bahwa Pogba merupakan salah satu pemain yang sangat dibutuhkan oleh skuat Real Madrid untuk saat ini. Keahlian mantan penggawa Juventus itu dalam hal mengolah si kulit bundar diyakini Ramos akan mampu membawa timnya meraih banyak kesuksesan.

“Saya kira Real Madrid akan selalu membuka pintu bagi semua pemain terbaik yang ada seperti juga dirinya. Saya merasa bahwa Pogba merupakan salah satu pemain terbaik saat ini. Ia memiliki hal yang berbeda dan ia telah menunjkkan kualitas yang ia miliki bersama dengan Juventus maupun bersama dengan Manchester United untuk saat ini,” ungkap Ramos.

“Saya rasa ia akan mampu memberikan keseimbangan dalam skuat ini. Ia hebat ketika terlihat dalam permainan ofensif timnya dan saya melihat ia memiliki kekuatan fisik yang benar-benar sangat luar biasa,” tutupnya.

Meski telah gagal mendapatkan tanda tangan Pogba di bursa transfer musim panas ini, namun Madrid diyakini akan kembali mencoba memboyong Pogba di bursa transfer musim dingin nanti atau musim panas tahun depan. Kans Los Merengues untuk bisa mendapatkan Pogba sejatinya terbuka sangat lebar setelah adanya rumor yang menyebutkan bahwa pemenang Piala Dunia 2018 itu saat ini sudah mulai tidak kerasa merumput di Old Trafford.

Bobby Duncan Tak Sabar Jalani Debut Bersama Fiorentina

Mantan penggawa skuat junior Liverpool, Bobby Duncan mengaku bahagia bisa bergabung bersama klub seperti Fiorentina musim ini. Penyerang muda berbakat yang masih berusia 18 tahun itu bahkan mengaku sudah tidak sabar untuk bisa mendapatkan kesempatan mengisi posisi lini depan skuat besutan pelatih Vincenzo Montella tersebut.

Fiorentina memboyong Duncan di hari terakhir bursa transfer musim panas ini setelah ditebus dengan bandrol sebesar 2 juta Euro atau setara dengan 31,1 miliar rupiah. The Reds sejatinya ingin mempersiapkan Duncan masuk tim utama setidaknya di musim kompetisi 2020-2021 mendatang. Akan tetapi, rencana Liverpool itu ditolak oleh Duncan. Hal itu karena dirinya merasa bahwa ia mempunyai kualitas untuk tampil di level senior untuk saat ini dan tidak ingin bermain bagi tim Liverpool U-18 ataupun U-23 sepanjang musim ini.

Karena pihak Liverpool belum yakin untuk mempromosikan Duncan musim ini, maka pemain yang bersangkutan lantas meminta untuk dilepas ke klub lain dan Fiorentina akhirnya mampu memboyong Duncan poada tanggal 2 September lalu.

Meski musim lalu berhasil tampil impresif dengan torehan 26 gol bersama skuat muda Liverpool, namun hal itu tidak serta merta akan menjamin satu posisi utama di skuat Fiorentina bagi Duncan. Ia harus bersaing dengan pemain berpengalaman seperti Kevin-Prince Boateng untuk mengisi posisi lini depan La Viola.

Andai Duncan mampu menunjukkan performa terbaik yang ia miliki, bukan hal yang mustahil bagi dirinya mendapatkan kepercayaan dari Montella nantinya. Jika dirinya benar-benar mampu menggeser posisi dari Boateng, maka itu akan menjadi hal yang membanggakan bagi Duncan karena ia akan mendapatkan kepercayaan untuk berduet dengan dua bintang Fiorentina di lini depan yakni Franck Ribery serta Federico Chiesa.

“Hal yang membanggakan bagi saya bisa bergabung bersama tim seperti Fiorentina. Saya sudah tidak sabar untuk bisa bermain di hadapan seluruh fans Fiorentina dan menjalani pengalaman sepakbola Italia. Saya ingin berterima kasih kepada seluruh fans Fiorentina serta semua pihak yang terlibat karena telah memberikan dukungan serta mempercayai saya,” ungkap Duncan.

MU Pinjamkan Smalling ke AS Roma

Klub Italia, AS Roma kabarnya telah mencapai kesepakatan dengan Manchester United untuk merekrut Chris Smalling di bursa transfer pemain musim panas ini. Pemain berpaspor Inggris itu diyakini hanya tinggal menjalani rangkaian tes medis sebelum kepindahan dirinya ke Italia resmi diumumkan.

Kabar kepindahan Smalling ini pertama kali dihembuskan oleh Fabrizio Romano yang memang aktif meliput aktifitas transfer klub-klub Italia. Ia menyebutkan bahwa pemain belakang berusia 29 tahun itu akan menjalani masa peminjaman selama satu musim penuh bersama klub ibu kota Italia tersebut.

“Smalling akan bergabung bersama AS Roma dengan status sebagai pemain pinjaman. Roma telah mencapai kesepakatan personal dengan Smalling terkait proses peminjaman ini,” ungkap Fabrizio Romano di salah satu akun sosial media miliknya.

I Giallorossi kabarnya hanya meminjam Smalling selama semusim yang tidak diikuti dengan opsi untuk mempermanenkan sang pemain di akhir musim nanti. Untuk bisa meminjam tenaga Smalling selama musim ini, Roma diwajibkan membayar sebesar 3 juta Euro atau setara dengan 47,2 miliar rupiah kepada United.

Lini belakang memang menjadi salah satu sektor yang ingin dibenahi oleh tim besutan pelatih Paulo Fonseca itu musim ini karena mereka telah kehilangan Kostas Manolas yang bergabung bersama klub rival Napoli. Beberapa pemain sempat masuk ke dalam daftar incaran Roma untuk bursa transfer musim panas ini diantaranya yakni Daniele Rugani serta Dejan Lovren. Akan tetapi, hingga saat ini pihak klub belum mencapai kesepakatan apapun untuk bisa merekrut kedua pemain diatas.

Sementara bagi Smalling, kesepakatan peminjaman ini bisa memberikan dirinya kesempatan untuk unjuk gigi kepada manajer United, Ole Gunnar Solskjaer. Seperti diketahui, pemilik nomor punggung 12 United itu memang musim ini diyakini akan tersingkir dari skuat utama Setan Merah. Hal itu karena Solskjaer diyakini akan mempercayakan duet bek tengah United musim ini kepada Victor Lindelof dan Harry Maguire.

Jadi kans bermain Smalling akan lebih besar jika bergabung bersama dengan Roma musim ini. Selain itu, ia juga bisa saja merebut kembali posisi sebagai bek utama United musim depan jika dirinya berhasil tampil impresif dalam mengawal lini belakang Roma di musim kompetisi 2019-2020 ini.

Legenda Uruguay Puji Konsistensi Ketajaman Suarez

Mantan pemain Inter Milan dan juga legenda sepakbola Uruguay, Alvaro Recoba mencoba mengamati gaya permainan dari penyerang Barcelona yakni Luis Suarez yang sedikit berubah saat ini. Perubahan gaya permainan ini tak lepas dari kondisi fisik yang semakin menurun akibat bertambahnya usia.

Saat ini penyerang berusia 32 tahun itu dinilai selalu berlari dalam jarak yang lebih pendek dari biasanya untuk menghemat napas dalam pertandingan. Meski terdapat perbedaan dari gaya permainan dirinya, namun Suarez tetap mampu tampil tajam di depan gawang lawan. Ketajaman Suarez terlihat dari raihan 25 gol yang ia lesakkan untuk Barcelona di sepanjang musim lalu.

Apa yang dialami oleh Suarez sejatinya merupakan hal yang wajar bagi semua pesepakbola profesional. Bahkan dua pemain terbaik di dunia selama sedekade terakhir ini yakni Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi juga terlihat mengalami situasi yang sama.

Messi yang berusia sama dengan Suarez kini tidak lagi bisa melewati sepuluh pemain lawan sekaligus. Messi harus mengubah gaya permainan dirinya untuk menghindari kelelahan di dalam pertandingan.

Ronaldo yang berusia dua tahun lebih tua dari Messi juga harus bermain dengan cara yang sedikit berbeda. Jika dulu megabintang asal Portugal itu sangat berbahaya di sektor kiri penyerangan timnya, maka saat ini dirinya lebih sering bermain di posisi penyerang tengah. Namun posisi ini sama sekali tidak menurunkan ketajaman Ronaldo untuk mengoyak jala gawang lawan.

Meski ketiga pemain tersebut harus mengubah gaya permainan mereka untuk menyesuaikan dengan usia mereka saat ini, namun ketajaman mereka sama sekali tidak berkurang. Hal itu seakan menegaskan bahwa mereka adalah pemain terbaik yang tidak akan mengalami penurunan kualitas akibat bertambahnya usia.

“Kita berbicara mengenai usia. Saya tidak hanya akan membahas Suarez tetapi juga Messi yang berusia sama serta Cristiano yang berusia sedikit lebih tua dari mereka. Saat ini ketiganya bermain dengan beradaptasi dengan kemampuan fisik serta kecepatan berlari yang berbeda di dalam pertandingan,” ungkap Recoba.

“Saat ini Messi tidak sama lagi seperti 10 tahun yang lalu dimana ia bisa berlari dengan membawa bola melewati sepuluh pemain lawan. Ia harus bermain dengan cara yang berbeda untuk saat ini,” tambahnya.

“Saya melihat hal serupa juga terjadi pada Suarez. Jika Anda perhatikan, ia saat ini berlari lebih sedikit dengan jarak yang lebih dekat. Namun, ia tetap terus mencetak gol. Jika melihat bagaimana ia secara konsisten untuk terus mencetak gol setiap musimnya, maka itu sungguh sangat luar biasa. Jadi sangat normal jika kita mengubah gaya bermain ketika memasuki usia yang semakin tua. Namun hal yang tidak perlu diragukan adalah bahwa Suarez merupakan penyerang terbaik dalam sejarah sepakbbola Uruguay dan saya kira ia juga salah satu yang terbaik dalam sejarah sepakbola di dunia,” tutupnya.

Legenda Brasil Yakin Neymar Tetap Hengkang Dari PSG

Akhir-akhir ini kabar mengenai bakal hengkangnya mega bintang milik Paris Saint-Germain yakni Neymar da Silva mulai meredup. Barcelona yang sebelumnya dikabarkan tertarik untuk memulangkan sang pemain dipercaya saat ini tengah mengincar pemain lain sebagai alternatif.

Melihat situasi Neymar saat ini, legenda sepakbola Brasil, Rivaldo justru merasa yakin bahwa mantan penyerang Santos itu akan hengkang dari klub Paris tersebut di bursa transfer musim panas ini. Ia yakin akan ada klub yang bersedia untuk menggelontorkan dana besar guna mengamankan tanda tangan Neymar di bursa transfer kali ini.

Rivaldo yakin kepindahan Neymar pasti akan terwujud di bursa transfer ini karena sang pemain sebelumnya telah menyatakan dengan jelas bahwa dirinya ingin hengkang ke klub lain di musim depan. Kans bagi Neymar untuk hengkang semakin besar karena pihak klub sendiri tidak menahan dirinya untuk pindah ke klub lain asal ada klub yang bersedia memenuhi tuntutan harga yang diinginkan oleh pihak PSG.

“Saat ini muncul kabar yang menyebutkan bahwa Neymar akan bertahan di PSG musim depan. Akan tetapi, saat ini saya masih yakin bahwa ada klub yang bersedia memberikan tawaran besar kepada PSG untuk dirinya sebelum bursa transfer kali ini resmi berakhir. Neymar telah menunjukkan ketidak bahagiaan dirinya di PSG dan pihak klub juga bersedia menggelar negosiasi jika ada tawaran bagus yang mereka terima. Jadi saat ini kans untuk dirinya hengkang masih terbuka sangat lebar,” ungkap Rivaldo.

“Saya berharap agar Neymar dan sang agen mampu mencari solusi terbaik untuk situasi saat ini guna menghindari Neymar kembali bermain untuk PSG di musim yang lain. Pihak klub juga tentu tidak ingin membiarkan Neymar terus berada dalam situasi seperti ini. Jadi saya kira kedua belah pihak akan segera mencapai kesepakatan untuk membiarkan Neymar hengkang ke klub besar Eropa lainnya,” tambahnya.

“Meski demikian, saat ini yang menjadi masalah adalah ke klub mana Neymar akan bermain musim depan. Jika saya bisa memilih maka seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya, saya sangat ingin melihat dirinya untuk kembali berseragam Barcelona di musim depan,” tutup pemain yang juga pernah memperkuat Barcelona tersebut.

Gueye Resmi Berstatus Pemain Anyar PSG

Klub raksasa Ligue 1, Paris Saint-Germain mengumumkan rekrutan baru mereka di bursa transfer musim panas ini. Pemain baru yang berhasil mereka dapatkan yakni gelandang milik klub Everton, Idrissa Gueye. Pemain berpaspor Senegal itu diperkenalkan oleh PSG secara resmi melalui akun sosial media mereka pada hari Selasa waktu setempat.

Untuk bisa mengamankan tanda tangan Gueye, PSG diyakini harus menggelontorkan dana segar mencapai 32 juta Euro atau setara dengan 500 miliar rupiah. Pemain berusia 29 tahun itu mendapatkan kontrak selama empat tahun ke depan yang akan menahan dirinya di Paris hingga tahun 2023 mendatang. Kehadiran Gueye diyakini akan semakin memperkuat lini tengah PSG yang musim lalu sempat dinilai terlalu rapuh. Sebelum menuntaskan transfer Gueye, PSG sebelumnya juga telah berhasil mendapatkan tenaga gelandang milik Manchester United yakni Ander Herrera dengan status bebas transfer.

Ketertarikan PSG terhadap Gueye sejatinya telah berlangsung cukup lama. Klub besutan pelatih Thomas Tuchel itu telah menunjukkan ketertarikan mereka terhadap Gueye di bursa transfer musim dingin bulan Januari lalu. Akan tetapi, proses kepindahan itu urung terjadi.

Meski sempat gagal memboyong Gueye di bulan Januari lalu, PSG ternyata masih belum menyerah untuk mendapatkan pemain incaran mereka tersebut. Usaha PSG akhirnya baru membuahkan hasil di bursa transfer musim panas ini. Gueye sendiri mengaku sangat terhormat karena dipercaya untuk bergabung bersama dengan klub sekelas PSG musim depan. Ia mengaku sangat bangga bisa memperkuat klub yang bermarkas di Parc de Princes dan siap meningkatkan permainan dirinya agar bisa membantu klub barunya meraih kesuksesan musim depan.

“Sungguh menjadi sebuah kebanggaan yang luar biasa bagi saya untuk mendapatkan kesempatan bergabung bersama klub seperti PSG. Saya ingin memberikan semua hal yang saya punya untuk klub baru saya ini. Saya kira PSG merupakan klub yang sangat terstuktur serta paling ambisius di dunia untuk saat ini. Saya juga ingin menyampaikan terima kasih kepada pemilik klub, pelatih serta staff dan seluruh bagian dari klub ini yang telah mempercayai saya,” ungkap Gueye di laman resmi PSG.