Ole Gunnar Solskjaer memberikan Ultimatum

Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer memberikan ultimatum kepada semua pemain Manchester United. Ole Gunnar Solskjaer mengatakan bahwa semua anak asuhnya sudah mulai harus bangkit dari keterpurukan setelah berhasil memecahkan rekor kebuntuan dengan menang di 2 laga pertandingan terakhir. Para anak asuhnya harus bisa memanfaatkan moment tersebut dengan lebih meningkatkan diri serta cara bermain mereka agar trend kemenangan tetap berada di tangan mereka.

Dalam 2 laga terakhir ini Manchester United berhasil menang tipis di Europa League saat melawan Partizan dengan skor 0-1 di kandang Partizan, Sedangkan kemenangan kedua mereka adalah saat mereka bertandang ke kandang Norwich City dan berhasil menang telak dengan skor 1-3 kemarin. Dengan hasil positif tersebut sepertinya Manchester United sudah dapat memecahkan hasil buruk yang telah di jalani oleh mereka selama 5 pertandingan terakhir.

Manchester United dapat di katakan menjalani musim ini dengan sangat buruk, Pada laga mereka di Premier League musim ini mereka hanya bisa mendapatkan 2 kemenangan saja dari sembilan laga yang sudah di jalani oleh Setan Merah. Walaupun pada akhirnya mereka berhasil menciptakan satu lagi kemenangan di pertandingan pekan ke-10 hal tersebut belum tentu menjamin bahwa Setan Merah akan terus melanjutkan trend positif tersebut.

Namun bagi Ole Gunnar Solskjaer hasil positif tersebut harus terus di dorong dengan sikap yang positif agar para pemain dapat menangapi hal tersebut dengan lebih positif pula. Rasa percaya diri para pemain mulai meningkat dan hal tersebut dapat terlihat di ruang ganti, para anak asuhnya semakin bersemangat terhadap setiap pertandingan yang akan di jalani mereka.

Dalam sesi latihan para pemain juga terlihat lebih ceria serta lebih konsentrasi dalam menciptakan momentum yang untuk dapat menghasilkan gol. Hal itulah yang seharusnya terjadi di setiap pertandingan Manchester United. Walaupun hasil positif yang di raih oleh Manchester United telat tetapi itu lebih baik daripada team tetap mengalami penurunan diri.

Tidak lupa Ole Gunnar Solskjaer juga memuji gol terakhir yang di cetak oleh Martial dalam laga melawan Norwich City, gol tersebut di katakan merupakan salah satu gol terbaik dalam peringkat gol minggu ini dengan penyelesaian yang sangat berkelas dan itulah yang di harapkan dari para pemain Profesional.

Mourinho Sindir Klopp yang Sebut MU Tampil Bertahan

Jurgen Klopp mendapatkan sindiran dari Jose Mourinho usai pertandingan Manchester United melawan Liverpool berakhir. Pelatih asal Portugal itu menilai bahwa Klopp gagal mendapatkan apa yang ia harapkan karena para pemain United tampil sangat kompak kali ini.

Klopp memang terlihat sangat kesal setelah timnya hanya mampu bermain imbang 1-1 di Old Trafford Minggu malam WIB. Pelatih asal Jerman itu seakan mencari semua alasan atas kegagalan timnya meraup poin penuh. Alasan pertama adalah dengan menyebutkan bahwa The Reds gagal menang karena Video Assistant Referee (VAR).

Dalam pertandingan ini wasit Martin Atkinson memang beberapa kali harus mengecek VAR dalam proses terjadinya gol. Pertama adalah ketika Marcus Rashford berhasil menjebol gawang Liverpool setelah meneruskan umpan silang Daniel James. Klopp menilai bahwa sebelum gol terjadi, Victor Lindelof telah terlebih dahulu melakukan pelanggaran terhadap Divock Origi, namun setelah mengecek VAR, Atkinson nyatanya tidak melihat adanya pelanggaran dan tetap mengesahkan gol dari Rashford. Setelah itu, Atkinson sempat menganulir gol yang dicetak oleh Sadio Mane di menit ke-44 setelah penyerang asal Liverpool itu kedapatan menyentuh bola dengan tangannya sebelum membobol gawang United.

Selain masalah VAR, Klopp juga kesal karena ia menilai United tampil sangat bertahan. Klopp menilai bahwa laga semalam merupakan permainan paling defensif yang ditunjukkan oleh United sejak dirinya berkarir di Premier League tahun 2015 lalu. Melihat hal itu, Mourinho yang sempat menangani United lantas menyerang balik Klopp atas penilaiannya tersebut.

“Klopp tidak suka dengan menunya. Ia menginginkan mendapatkan daging, namun yang ia dapatkan hanya ikan. Karena itu, maka ia jelas sangat tidak bahagia,” ungkap Mourinho.

“Bersatu dengan segala keterbatasan membuat United menampilkan performa yang berbeda kali ini. Manchester United selalu tampil kompak,” tambah pelatih yang sukses memenangi tiga gelar juara bersama United tersebut.

Meski hanya mampu meraih satu angka, namun posisi Liverpool tetap aman di puncak klasemen sementara dengan koleksi 25 poin dari sembilan pertandingan. The Reds masih unggul enam angka dari Manchester City yang berada di peringkat kedua. Sementara itu, United masih terus menghuni posisi papan tengah dengan menduduki peringkat ke-13 lewat koleksi 10 poin.

Buffon Akui Alami Penurunan Performa Saat Ini

Kiper legendaris Juventus, Gianluigi Buffon mengakui bahwa dirinya sangat berambisi untuk bisa menjuarai gelar Liga Champions musim ini. Seperti diketahui, gelar itu merupakan satu-satunya gelar juara yang belum berhasil dimenangkan oleh Buffon di level klub. Meski mengakui memiliki target meraih gelar Liga Champions musim ini, namun Buffon juga tidak memungkiri bahwa dirinya kini tidak lagi berada dalam kondisi fisik 100 persen.

Sebelum musim ini, Buffon sempat berseragam Juventus selama 17 tahun yang dimulai dari tahun 2001-2018. Dalam rentang waktu tersebut, penjaga gawang asal Italia itu sukses memenangi sembilan gelar Scudetto. Meski sangat dominan di kompetisi domestik, namun tak sekalipun Buffon memenangi gelar si Kuping Besar bersama Bianconeri.

Pencapaian terbaik Buffon bersama dengan Juventus di ajang paling bergengsi di daratan Eropa itu adalah keluar sebagai runner-up sebanyak 3 kali yakni di musim 2002-2003, 2014-2015, serta 2016-2017 lalu. Melihat hal itu, Buffon lantas mencoba peruntung dengan bergabung bersama Paris Saint-Germain musim lalu. Dengan banyaknya pemain bintang di klub asal Paris itu, Buffon berharap agar bisa meraih ambisinya memenangi gelar Liga Champions.

Akan tetapi, ambisi Buffon harus kembali pupus musim lalu setelah PSG hanya mampu tampil hingga babak 16 besar sebelum disingkirkan oleh Manchester United. Usai kontraknya berakhir musim panas ini, Buffon lantas memutuskan untuk kembali lagi berseragam Juventus di musim kompetisi 2019-2020.

Skuat Juventus musim ini bisa dikatakan jauh lebih kuat dibandingkan saat Buffon memilih hengkang ke PSG di tahun 2018 lalu. Beberapa pemain terbaik di dunia kini berstatus sebagai penggawa Juventus seperti Cristiano Ronaldo, Matthijs De Ligt, hingga Aaron Ramsey.

“Saya berasal dari keluarga olahraga. Jadi dari kecil saya sudah diajarkan untuk terus meningkatkan kemampuan setiap tahun. Meski demikian, di kesempatan kedua saya bersama Juventus ini saya merasa belum memberikan 100 persen yang saya miliki. Mungkin hal itu karena saya telah kehilangan 15 persen kekuatan menjelang penghujung karir saya ini,” ungkap Buffon.

Musim ini Buffon tak lagi berstatus sebagai kiper utama karena kalah bersaing dengan Wojciech Szczesny. Sejauh ini dirinya hanya tercatat tampil dalam dua laga Serie A dan sama sekali belum mencatatkan penampilan di kompetisi Liga Champions.

Ketergantungan Akut City Kepada De Bruyne Musim Ini

Manchester City terlihat tak mampu lagi tampil dominan di ajang Premier League musim ini seperti yang mereka lakukan di musim 2017-2018 dan 2018-2019 lalu. Hal itu terlihat dari selisih poin yang memisahkan The Citizens dengan Liverpool yang berada di puncak klasemen sementara Liga Inggris usai melewati delapan pertandingan pertama. The Reds yang sukses menyapu bersih poin sempurna saat ini memiliki keunggulan delapan poin dari City di peringkat kedua dengan koleksi 16 angka sejauh ini.

City sejatinya masih dominan jika melihat gaya permainan yang mereka terapkan musim ini. Akan tetapi, gaya permainan yang diterapkan oleh anak asuhan Josep Guardiola itu terlihat memiliki ketergantungan yang sangat besar terhadap Kevin De Bruyne. Musim ini De Bruyne memang tampil apik dengan koleksi dua gol serta delapan assist di ajang Premier League saat ini.

Akan tetapi, bencana seakan datang menghampiri City saat pemain berpaspor Belgia itu tidak turun bermain. Hal itu terlihat dari dua kekalahan yang diderita City di Liga Inggris musim ini. Dua hasil minor itu datang saat De Bruyne tidak tampil sebagai starter. Kekalahan pertama City didapatkan dari Norwich City dengan skor ketat 2-3.

Saat itu, tenaga De Bruyne disimpan untuk menjalani laga Liga Champions. Ia hanya berstatus sebagai pemain cadangan dan baru dimainkan ketika pertandingan memasuki menit ke-57 untuk menggantikan posisi dari Ilkay Gundoyan. Saat De Bruyne diturunkan, City telah tertinggal 3-1 dari The Canaries saat itu.

Kehadiran De Bruyne membuat serangan City semakin berbahaya dan akhirnya mampu mencetak satu gol melalui Rodri. Akan tetapi, tambahan satu gol itu tetap tidak mampu menghindarkan City dari kekalahan.

Teranyar, City harus kembali menelan kekalahan akhir pekan lalu kala menjamu Wolverhampton Wanderers. Di luar dugaan, City harus mengakui keunggulan lawannya itu di Etihad Stadium dengan skor akhir 2-0. De Bruyne sama sekali tidak ikut bermain dalam pertandingan ini karena mengalami cedera engkel. Melihat situasi ini, maka Guardiola dituntut untuk bisa mengurangi ketergantungan timnya terhadap De Bruyne jika mereka berambisi mempertahankan gelar juara musim ini.

Jika hal itu tidak dilakukan, maka akan sangat sulit bagi City untuk merebut puncak klasemen dari Liverpool. Pasalnya, musim ini Liverpool mampu tampil begitu konsisten dan terlihat tidak banyak bergantung kepada salah satu pemain mereka saja.

Hal itu terlihat saat di awal musim mereka kehilangan Sadio Mane. Saat itu Liverpool memberikan kepercayaan kepada Divock Origi dan terbukti pemain asal Belgia itu mampu menggantikan peran dari Mane dengan sangat baik.

Cara Mengolah Genjer Agar Tidak Pahit

Genjer merupakan salah satu sayur yang dulu di kenal sebagai makanan orang miskin, karena genjer mudah untuk di dapatkan di sawah-sawah, selain itu genjer juga di jual dengan harga murah, namun di era sekarang sudah berbeda, sayur genjer kini sudah masuk restoran dan menjadi hidangan yang cukup banyak di cari orang.

Orang dulu nya jika di minta untuk mengolah sayur genjer pastinya kebanyakan orang sudah tahu, yakni genjer lebih cocok untuk di tumis, karena jika sayur genjer di masak kuah, tampaknya sangat tidak cocok. sayur genjer memiliki tekstur garing sehingga sayur ini akan sangat lezat jika di tumis.

Setelah sayur ini sudah masuk ke menu restoran, sayur genjer ini tidak lagi di pandang rendah atau di simbolkan sebagai makanan orang miskin.

Mungkin tidak banyak orang yang tahu kalau sayur genjer tersebut memiliki rasa pahit, dan jika salah mengolahnya maka rasanya akan kurang enak, menurut seorang chef,  Gatot Susanto yang bekerja di salah satu hotel  dan resort, ia mengatakan kalau mengolah sayur genjer harus menggunakan teknik yang tepat agar rasa pahit genjer tersebut hilang atau tidak terasa saat di makan.

Chef Gatot Subroto menjelaskan kalau memilih genjer yang yang tidak terlalu muda atau tua, cari warna yang tampak segar dan juga hijau. Setelah mendapatkan sayur genjernya, potong kecil sayur genjer dan di rebus terlebih dahulu dengan di campurkan dengan asam jawa, namun waktu rebus jangan terlalu lama. Setelah selesai di rebus maka langkah selanjutnya adalah di tumis dan tambahkan bumbu sesuai dengan selera, seperti bawang putih dan tambahkan sedikit daging atau udang agar lebih enak.

Melihat sayur genjer ini, tampaknya lembek, namun sayur ini sangat renyah saat di makan. Bagi anda yang sebelumnya melakukan kesalahan dalam mengolah genjer yakni langsung menumis nya atau merebus sayur genjer tanpa di tambah asam jawa, anda bisa mencoba cara dari seorang chef ini untuk mendapatkan hidangan sayur genjer yang lebih nikmat.